kabarkebumen.com

KABARKEBUMEN.COM

Kabarkebumen.com Mobile

Home »

Ekonomi

Perajin Batik di Kebumen Masih Terkendala Modal dan Peralatan

Perajin Batik di Kebumen Masih Terkendala Modal dan Peralatan
Wahyuni (berdiri dan berkerudung biru) menunjukkan hasil pelatihan pembuatan batik printing malam. (Foto: Dasih Darmawati)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Dinas Tenaga  Kerja  Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disnakerkop UMKM) Kebumen pada pertengahan Februari 2018 lalu memberikan pelatihan pembuatan batik printing malam kepada para perajin batik Kebumen, dengan nara sumber dari Museum Batik Yogyakarta.

Namun akibat terkendala modal dan peralatan, pasca pelatihan para peserta tak bisa serta merta menerapkannya dalam usaha batik mereka.

"Untuk saat ini hasil pelatihan masih belum bisa kami terapkan, karena terkendala modal dan peralatan. Memulai sebuah cara baru tentunya dibutuhkan peralatan dan modal tersendiri," ujar Ketua Kelompok Perajin Batik 'Mawar' Dukuh Lengkong Desa Jemur Kecamatan Pejagoan Kebumen, Wahyuni, di rumahnya, Minggu (04/03/2018).

Menurut Wahyuni, wacana yang diberikan oleh panitia pelatihan menyebutkan bahwa batik metode printing malam tidaklah keluar dari koridor batik.

"Memang dalam metode ini tak ada penorehan lilin batik secara manual atau dengan canting. Namun, penorehannya dengan menggunakan kuas yang dioleskan ke selembar film atau 'screen' yang diletakkan di atas selembar kain, kemudian malam atau lilin batik akan menembus ke lembaran kain itu," ujar Wahyuni.

Sedangkan menurut Miyah, rekan Wahyuni, kendati menggunakan film namun nara sumber menegaskan bahwa batik printing malam berbeda dengan kain motif batik yang dibuat dengan sistem sablon.

"Pada sistem sablon zat pewarna langsung dioleskan pada film dan tak menggunakan lilin batik, sehingga tak bisa dikategorikan sebagai batik walaupun motifnya serupa dengan motif batik," jelas Miyah.

Dalam pelatihan 3 hari tersebut peserta diajarkan cara-cara pembuatan malam dingin, film dan tehnik print malam dingin.

"Dari pelatihan itu  kami mengetahui bahwa dalam dua hari per orang bisa menyelesaikan 10 lembar kain batik lengkap dengan pewarnaannya. Sedangkan dengan metode tulis  tradisional per orang hanya bisa menyelesaikan selembar batik dalam waktu dua minggu," jelas Miyah.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor : Setiyo
Sumber : krjogja

  • TENTANG KITA | PEDOMAN SIBER | IKLAN
    © 2013 - 2017. All Rights Reserved. KABARKEBUMEN.COM