kabarkebumen.com

KABARKEBUMEN.COM

Kabarkebumen.com Mobile

Home »

Kesehatan

Bahaya Styrofoam Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Styrofoam Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan
ilustrasi

KABARKEBUMEN.COM - Jika Anda sering menggunakan styrofoam untuk membungkus makanan, maka Anda harus segera menghentikannya sekarang juga. Penggunaan styrofoam memanglah sangat mudah dan praktis untuk membungkus makanan. Harganya pun lebih murah jika dibandingkan dengan pembungkus makanan yang terbuat dari plastik atau kertas. Namun, dibalik kemudahannya styrofoam ternyata dapat mengancam kesehatan Anda. Jadi, Anda harus segera menghentikan penggunaan styrofoam untuk membungkus makanan.

Banyak orang yang sudah sangat paham dengan efek yang didapatkan jika menggunakan styrofoam dalam waktu yang lama. Namun, pada kenyataanya, masyarakat mungkin masih tetap menggunakannya karena ia sudah mudah didapatkan dan biasanya jika membeli makanan di luar, penjualnya sudah menyediakan styrofoam sebagai pembungkusnya, jadi yang membeli mau tidak mau harus tetap menggunakannya. Si penjual pun lebih memilih styrofoam karena bentuknya lebih praktis, ringan, tidak mudah tumpah, dan murah.

Bahaya Styrofoam bagi Kesehatan

Penggunaan styrofoam pada kasus ini sangatlah disayangkan, alangkah baiknya jika menghindari penggunaan styrofoam untuk membungkus makanan. Adapun bahaya yang bisa muncul ketika Anda makan makanan yang dibungkus dengan styrofoam adalah sebagai berikut.

1. Benzena

Styrofoam adalah wadah yang komponennya terdiri dari benzena. Benzena ini biasanya dihasilkan dari bahan bakar minyak dan benzena merupakan salah satu dari faktor penyebab penyakit kanker pada manusia. Baca juga Beberapa Penyebab Kanker Prostat pada Usia Muda yang Perlu Anda Ketahui.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah melarang penggunaan styrofoam di seluruh dunia. Lain halnya dengan di Jepang, penggunaan styrofoam yang mengandung benzena sering menyebabkan gangguan kelenjar endoktrin yang bisa mengganggu proses reproduksi. Baca juga Peran Laki-laki Mencegah Kepunahan

Benzena dari styrofoam dapat berpindah ke makanan jika makanannya mengandung lemak, asam, dan dalam keadaan panas. Jadi, Anda bisa bayangkan bahwa jika makanan yang sudah tercemar benzena masuk ke dalam pencernaan Anda.

2. Mikroplastik

Mikroplastik adalah suatu masalah yang sangat signifikan bagi kelangsungan satwa air. Pasalnya, styrofoam yang dibuang secara tidak layak – dibuang ke sungai, akan menyebabkan pecahnya styrofoam menjadi plastik-plastik dalam bentuk yang sangat kecil tak kasat mata. Kemudian, mikroplastik yang telah tersebar di perairan akan dimakan oleh ikan dan satwa air lainnya.

Ikan yang tercemar oleh mikroplastik ini jika dimakan manusia, maka akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia tersebut.

Bahaya styrofoam bagi Lingkungan

1. Satwa air tercemari

Sampah styrofoam yang dibuang sembarangan akan sangat merusak lingkungan karena ia sulit untuk terurai secara alami. Styrofoam dapat terurai dengan sempurna menghabiskan waktu yang sangat fantastis, yaitu sekitar 500 tahun. Seperti poin sebelumnya, styrofoam lama kelamaan akan terurai menjadi bentuk yang sangat kecil, yang disebut mikroplastik. Mikorplastik ini akan termakan oleh ikan dan satwa air lainnya, satwa air tersebut akan mati seketika. Ikan yang sudah tercemar oleh mikroplastik ini juga dapat dimakan oleh burung, kura-kura, dan lainnya.

Beberapa kasus pernah terjadi menyangkut tercemarnya air dengan styrofoam. Kasus tersebut adalah kematian masal satwa air dan binatang-binatang kecil lainnya. Kematian ini disebabkan oleh adanya plastik di dalam perut ikan-ikan tersebut.

2. Global warming

Pembuatan styrofoam menghasilkan limbah yang sangat banyak di dunia. Styrofoam terbuat dari gas dan polister dengan menggunakan agen blowing seperti CFC (freon) yang dapat merusak lapisan ozon bumi. Lapisan ozon yang bolong akan sangat mudah cahaya matahari masuk tanpa disaring lebih dulu. Akibatnya, suhu bumi akan menjadi lebih panas.

Panas yang terjadi di bumi akan mencairkan es di kutub utara dan selatan, naiknya permukaan laut, dan masalah global warming lainnya.

3. Mencemari lingkungan

Styrofoam dapat mencemari lingkungan, penyebabnya karena penggunaan yang masif (diyakini lebih murah, tidak mudah bocor, dan ringan dibawa) akan menyebabkan timbunan sampah yang tak kunjung reda.

Styrofoam sebenarnya dapat didaur ulang, namun proses pendaurulangan styrofoam masih tetap menghasilkan 57 senyawa yang masih berbahaya bagi lingkungan. WHO menyatakan bahwa limbah styrofoam adalah limbah yang termasuk dalam limbah terbesar dunia urutan ke-5.

Demikianlah beberapa bahaya dari styrofoam bagi kesehatan dan lingkungan. Mudah-mudahan dapat memberikan penerangan tentang bagaimana bahaya styrofoam itu bagi Anda dan lingkungan. Hindarilah styrofoam untuk membungkus makanan Anda, dan tekanlah penggunaan styrofoam agar Anda tetap sehat dan lingkungan tetap lestari.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor : Setiyo
Berita Terkait

  • TENTANG KITA | PEDOMAN SIBER | IKLAN
    © 2013 - 2017. All Rights Reserved. KABARKEBUMEN.COM